sejarah KUFI

SEJARAH SINGKAT LAHIRNYA KUFI (Komunitas [pecinta] Kaligrafi Kebumen

KUFI KEBUMEN merupakan Komunitas  yang memberikan ruang khusus pada orang-orang yang mencintai seni pada umumnya dan Kaligrafi pada Khususnya. Dalam perkembangannya, KUFI KEBUMEN  tidak hanya memberikan Ruang untuk bertukar fikiran dan berbagi ilmu dalam perkaligrafian, akan tetapi juga memberikan kontribusi di dunia pendidikan yang tidak hanya di bidang kaligrafi saja, namun melingkupi pendidikan seni visual. Hal ini yang membuat KUFI KEBUMEN  berbeda dengan KOMUNITAS lainnya di Indonesia. Materi yang dibahas dalam komunitas ini Antara lain:
  • Seni kaligrafi dekorasi, naskhah dan mushaf (MTQ)
  • Seni kaligrafi masjid (Interior dan Eksterior)
  • Seni lukis
  • Seni kriya (kaligrafi kuningan, stainless, sun glass)
  • Seni 3 dimensi
  • Seni batik kaligrafi
  • Pembinaan MTQ Kaligrafi
  • Enterpreneurship/Kewirausahaan dibidang Seni
KUFI lahir sebagai wadah untuk menampung semua potensi baik kaligrafi maupun Seni Rupa yang sangat marak berkembang. Latar belakang berdirinya KUFI ini berawal dari banyaknya peserta didik yang tidak hanya ingin belajar kaligrafi murni tapi juga bisa menguasai seni lukis dan ketrampilan lain.  Mulai Tahun 2014 KUFI Kebumen yang diprakarsai oleh 2 Master Kaligrafi Kebumen dan keduanya telah banyak menimba ilmu kaligrafi dari berbagai tempat. Beliau yaitu Ust. Mukhtarom yang ber alamatkan Muktisari dan Gus Khusni Mubarok Kalirejo Kebumen.
Pada tahun 2014 Mukhtarom mengumumkan rencana pendirian wadah untuk menampung aspirasi para seniman  kaligrafer yang disampaikan secara langsung pada acara Hallo Kebumen di Ratih TV, yang disambut dengan dukungan dan doa serta semangat dari kader-kader Kaligrafi. Rencana mendirikan KUFI  inipun sering disampaikan Mukhtarom yang akram disebut ust. Tarom disetiap pameran dan pembukaan kursus kaligrafi yang dihadiri oleh banyak seniman dan kaligrafer di Kebumen. meskipun juga banyak kalangan yang meragukan rencana tersebut bisa terwujud. Allah maha indah dan mencintai keindahan, subhanallah wa al hamdulillah Gayungpun bersambut, prestasi yang besar ternyata mendatangkan tanggung jawab yg besar pula, inilah barangkali yang mengilhami Mukhtarom dan Khusni sepulangnya dari Kudus memenangkan juara satu (1) dari semua Cabang kaligrafi yang dilombakan, “Hadza min fadhli rabby, liyabluwani aasykuru am akfuru” (ini adalah karunia Tuhanku, untuk mengujiku apakah aku akan bersyukur atau kufur), untuk sesegera mungkin mendirikan wadah menyalurkan aspirasi dari para kaligrafer dan seniman. Sehingga lahirlah KUFI.

No comments:

Post a Comment